CLOSE :KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI ^^

Selasa, 20 Desember 2011

Kronologis Penangkapan Nunun

Hampir dua tahun dalam pelarian, Nunun Nurbaetie dibantu jasa pengamanan internasional. Pergerakan tersangka kasus sogok cek pelawat Pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 ini rapi, layaknya operasi intelijen.

Sang pengatur, adalah pria kekar yang juga pensiunan marinir Amerika Serikat. Philip B. Christensen, pemimpin perusahaan jasa keamanan berbasis di Bangkok ini akhirnya terdeteksi menjadi 'Pengawal' Nunun. " Ia bergantian mengawal Nunun dengan lima orang lainnya" kata sumber Tempo.
Foto Nunun di Bandara






Bagaimana sesungguhnya jejak Philip terendus aparat? Petunjuk itu datang dari manifes penerbangan yang mencantumkan nama Nunun Nurbaetie. Sejak Mei lalu, istri Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Adang Daradjatun itu dinyatakan buronan interpol. Philip, pria plontos, kulit putih dan kekar itu selalu meminta duduk di kursi sebelah Nunun. Sumber Tempo menyebut, ia pernah meminta awak pesawat memindah kursinya agar bisa duduk berdampingan dengan Nunun. 

November lalu, wajah pria ini tertangkap kamera Bandara Udara Suvarnabhumi, Bangkok. Dia berjalan tepat di belakang Nunun (lihat foto). Ia mengenakan jins, kemeja putih dan jaket hitam. Ia mengawasi sekeliling. Nunun menutup rambutnya dengan kerudung yang diikat di bagian atas. Potongan gambar Nunun dan pengawalnya itu terekam pada kamera keamanan, yang dilihat Majalah Tempo pekan lalu. (lihat Mafia di Balik Nunun).

Jejak pengawal Nunun juga terdeteksi dari penarikan duit. Satu dari empat anak buah Philip, tertangkap kamera anjungan tunai mandiri atau ATM di pusat Kota Bangkok. Lensa kamera ternyata juga merekam Nunun, yang berdiri di belakangnya. Setelah itu, polisi membuntuti dan menemukan rumah sewaan mereka. Di rumah  sewaan, terakhirnya berada di Aqua Divina Urbano,  timur pusat Kota Bangkok itulah polisi mendapat gambaran sosok Philip. Rumah itu, disewa atas nama Philip B. Christensen, seharga Rp 120 juta setahun. Baru sebulan lalu, Nunun di bawa kesitu. 

Sang pengawal, dipastikan selalu ada setiap Nunun bergerak. Termasuk ke luar Thailand, misalnya ke Kamboja dan Laos. Duta Besar Republik Indonesia di Bangkok, Muhammad Hatta dalam percakapannya dengan Tempo menyebutkan, Nunun berangkat ke Kamboja pada 23 Maret lalu. Nunun juga tercatat menyeberang ke Laos sekitar Juni. (Empat Bulan Lalu Nunun Terlacak di Laos). Menurut sumber Tempo, seluruh perjalanan Nunun dari Thailand ke Kamboja diatur tim pengawalnya dengan rapi. Sang pengawal, bahkan melakukan operasi kontraintelijen dengan wara-wiri ke sejumlah tempat untuk mengecoh. 

Menurut penelusuran Tempo, sang pengawal bukan orang asing bagi Adang Daradjatun, suami Nunun. Pun juga anak-anak tersangka kasus sogokan pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu. Philip, tercatat dua kali masuk Jakarta bertemu Adang di sebuah restoran di Jakarta Pusat. Namun kepada Febriyan dari Tempo, Jumat  16 Desember 2011 lalu, Adang menolak menjelaskan.  »Anda kejar sampai kapan pun, saya tidak akan menjawab,” ujarnya. 

Troy Pederson, Atase Pers Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta juga menolak memberikan informasi tentang Philip. »Maaf, undang-undang kami melarangnya,” kata Pederson.

Nunun menjadi buronan Interpol setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka pada Februari 2011 lalu. Nunun disangka menyogok untuk memenangkan Miranda Swaray Goeltom menjadi Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia--dan akhirnya sukses. Ia diduga memberikan cek pelawat sebanyak 480 lembar senilai Rp 24 miliar ke seluruh politikus DPR di Senayan periode 1999-2004. Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan 30 tersangka dari anggota DPR periode 1999-2004 dan sebagian besar telah divonis bersalah oleh pengadilan.(Lihat Jejak Nunun)

Sabtu, 9 Desember 2011, Nunun dibawa pulang ke Jakarta setelah ditangkap di rumah yang disewa Philip. Ia dibawa dengan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 867 pada pukul 14.30 waktu Bangkok. Kemudian tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 17.45 WIB. Sempat menghuni salah satu sel di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Nunun dilarikan ke rumah sakit ketika mau diperiksa KPK.

Dia lalu dirawat di Ruangan Cendrawasih, Rumah Sakit Kramat Jati. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan, karena sakit, Nunun kemudian dibantarkan selama sepekan.Namun tim dokter hari ini menyatakan, kondisi Nunun sangat membaik.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini