CLOSE :KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI ^^

Sabtu, 24 September 2011

Sampah Di Angkasa Hingga Jutaan

Menurut sebuah studi AS, jumlah puing yang mengorbit bumi telah mencapai titik yang membahayakan, Risiko tabrakan yang mengancam astronot dan satelit pun meningkat.

[Robert Massey, Lembaga Astronomi Kerajaan di London]:
“Setidaknya ada jutaan serpihan kecil disana, karena ribuan satelit telah diluncurkan. Ini tergantung dari mana kita melihatnya, jika dihitung sampai partikel yang sangat kecil, jumlahnya amat sangat banyak, karena banyaknya obyek yang kita luncurkan selama 50 tahun. Setiap kali kita meluncurkan sesuatu ke angkasa, jumlah sampah pasti meningkat karenanya.”

Menurut Dewan Peneliti Nasional, jumlah puing angkasa yang dilacak Jaringan Pengawas Antariksa AS dari Desember 2006 sampai Juli 2011 telah melonjak. Hampir 20 persen dikatakan berasal dari sisa penghancuran satelit China FENGYUN 1-C.

[Robert Massey, Lembaga Astronomi Kerajaan di London]:
“Daya rusaknya sama seperti sebuah peluru. Jika lebih besar lagi, puing ini mirip peluru yang besar, dengan daya rusak yang sangat tinggi. Ini adalah masalah serius. Puing-puing luar angkasa ini jumlahnya sangat banyak dan kita tidak tahu persis lokasinya. Sebaiknya kita pikirkan bagaimana cara membuangnya, dan pikirkan cara untuk mencegah penambahannya.”

Puing luar angkasa ini merupakan ancaman bagi sekitar 1.000 satelit komersial, militer dan sipil, yang mengorbit bumi.

NASA pun perlu memikirkan cara untuk mengurangi bahaya dari bekas badan roket, satelit yang telah terbuang dan ribuan sampah luar angkasa lainnya.

Solusi yang memungkinkan diantaranya adalah jaring magnetik sampai sapu laser, yang akan menyapu puing-puing ini menuju atmosfer bumi.

[Lourens Visagie, Insinyur Ruang Angkasa Surrey London]:
“Sebuah satelit kecil bisa bertahan di sana sampai 100 tahun, tapi dengan ini kita bisa membersihkannya dalam setahun sampai 5 tahun.”

Para ahli berkata solusi terbaik adalah dengan membatasi puing-puing dari titik asalnya, agar puing dibawa kembali ke bumi dan tidak mengambang selama berpuluh-puluh tahun
http://asaborneo.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini