CLOSE :KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI ^^

Sabtu, 19 November 2011

Video 3gp Mengintip Siswi SMP Mandi Lampung Utara

Kasus video pornographi kembali beredar di wilayah Lampung Utara. Kali ini korbannya berinisial TL (15), siswi kelas III sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di wilayah setempat. Rekaman handphone (hp) berdurasi tidak kurang dari satu menit itu menyita perhatian kaula muda, anak-anak dan orang tua, untuk menonton video secara ekslusif seorang gadis sedang mandi tanpa mengenakan busana (pakaian, Red). 

Ketika ditemui di Polsek Abung Semuli, Lamedi (39) paman TL mengaku jika videonya sudah tersebar sampai ke pelosok wilayah Abung Semuli, Blambanganpagar, Candirejo, Lampung Tengah, dan daerah lainnya. "Saya tidak tahu pasti tanggalnya, tapi kejadiannya di rumah Andi (18) pada Agustus 2011 lalu. Peristiwa ini membuat aib keluarga besar kami,” tuturnya, kemarin (10/11). 

Informasi yang membuat nama besar keluarga itu rusak dari kepala sekolah setempat, bahwa saat melakukan razia hp terhadap siswanya, dewan guru menemukan satu video rekaman seorang gadis mandi telanjang. Setelah diselidiki secara matang, ternyata gadis yang ada di video itu adalah TL, keponakannya.
"Kedua orang tua korban dipanggil kepala sekolah, lantaran dewan guru saat razia menemukan video adegan mandi seorang gadis yang diduga adalah TL,” terangnya. 

Kejadian itu berawal ketika TL akan mandi di rumahnya. Namun karena waktu itu musim kemarau membuat persediaan air sumur di kediamannya terbatas. Sehingga keponakannya berinisiatif mandi ke tempat Andi, yang letaknya dua rumah dari kediaman TL. Setelah diperbolehkan mandi, lalu TL masuk ke dalam kamar mandi. Pada waktu yang bersamaan Andi menghubungi Az (15), teman satu sekolah dengan korban.

""Keduanya mengintip TL. Saat itulah Az memegang hp lalu merekam TL sedang mandi tanpa pakaian hingga menjadi video berdurasi lebih dari satu menit,” kata Lamedi. Usai mandi, korban lalu bergegas pulang ke rumahnya tanpa ada curiga. Beberapa hari kemudian, hasil rekaman video tidak dihapus oleh Az, malah masih tersimpan di hp-nya. 

Menurut Lamedi, beberapa minggu kemudian, Pip (15) rekan TL meminjam hp Az. Tanpa sadar, lalu Pip mengkopi video yang tersimpan di hp Az melalui bluetooth ke hp-nya. Setelah berhasil dikopi, lalu beberapa hari kemudian Sus (15) rekan korban meminta kopian video tersebut. Melalui bluetooth, video itu pun berhasil tersimpan di hp Sus. Selanjutnya, Sus bertemu dengan Yun (15) teman satu sekolah korban, Yun meminta kopian video tersebut. Lagi-lagi melalui bluetooth, video itu terkirim ke hp Yun. Dari situlah, video itu menyebar sampai ke pelosok daerah.

"Kalau dari pengakuan korban, Yun diduga cemburu memperebutkan cowok di sekolah. Karena cemburu itulah, Yun nekat menyebar luaskan video pornograpi itu ke desa-desa dan daerah lain,” tandas Lamedi.
Karena merasa membuat aib keluarga besarnya, Lamedi meminta kepada aparat penegak hukum dapat menindak tegas para pelaku yang telah menyebar luaskan video tersebut. 

”Saya minta agar masalah itu dapat diusut secara tuntas sesuai hukum yang berlaku,” pintanya. Ketika ditemui di mapolres Lampura, Kades Sidorahayu Kecamatan Abung Semuli, Mujianto mengatakan jika Rabu (9/11) malam telah dilakukan rapat antara keluarga TL dan Az. "Keluarga Az minta agar masalah itu dilakukan perdamaian secara kekeluargaan. Tapi di lain pihak, keluarga korban bersikeras minta agar permasalahan itu diproses secara hukum,” ujarnya, kemarin. 

Karena menemui jalan buntu, akhirnya Mujianto bersama keluarga besar kedua belah pihak membawa TL dan Az ke mapolsek Abung Semuli. "Karena tidak ada keputusan, makanya TL dan Az kami bawa ke mapolsek Abung Semuli,” ungkap Mujianto. Untuk saat ini, TL, Az, Pip dilakukan pemeriksaan di mapolsek Abung Semuli. ”Ketiganya lagi diperiksa. Dan perkaranya sudah dilimpahkan ke sini (mapolres Lampura),” kata Mujianto. 

Ketika dihubungi, Kapolsek Abung Semuli belum memberikan keterangan yang lebih mendalam menyangkut masalah tersebut. "Saat ini TL dan beberapa rekan korban masih diperiksa,” singkatnya saat dihubungi wartawan harian ini via ponselnya, kemarin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini